Sejarah Menara Pisa, Kenapa Ya Kok Bisa Miring?

Adakah temans yang penasaran dengan sejarah menara pisa? Kenapa sih menara yang ada di Kota Pisa ini bisa miring seperti itu?

Buat yang penasaran, tukangpos sinarpelangi.com akan menjawab lewat artikel berikut. Menara Pisa di dalam bahasa Italia disebut dengan Torre Pendente di Pisa.

Julukan lainnya The Tower of Pisa atau La Torre di Pisa. Menara ini merupakan milik dari sebuah katedral yang berada di Kota Pisa, Italia. Menara ini berfungsi sebagai menara lonceng.

Letak tepatnya ada di bagian belakang katedral. Keunikannya telah membuatnya masuk dalam struktur ketiga Campo dei Miracoli Pisa. Alias keajaiban yang ada di Pisa.

Sejarah Menara Pisa, Cerita Dibalik Kemiringannya

Tak ada yang merencanakan menara lonceng katedral itu dibangun miring. Sebagaimana menara pada umumnya, bangunan ini direncanakan berdiri secara vertikal. Namun perlahan, menara itu justru miring ke arah tenggara.

Bahkan kondisi miring ini tak lama setelah konstruksi awal dimulai pada 1173. Kemiringan ini terjadi karena pondasi dalam pembangunan menara kurang sempurna.
Ketinggian menara miring itu adalah 55,86 m dari permukaan tanah. Hitungan itu diukur dari sisi terendah. Sementara jika diukur dari sisi tertinggi, maka tingginya mencapai 56,70 m.

Bangunan itu memiliki lebar seluas 4,09 m. Sementara itu lebar puncaknya seluas 2,48 m. Menara ini memiliki berat kurang lebih  14,500 ton. Di dalamnya terdapat 294 anak tangga.

Menara Pisa dibangun menjadi tiga tahap. Keseluruhan waktu pembangunan membutuhkan sekitar 200 tahun, temans! Pantas saja, meski miring  tetap bertahan sampai detik ini ya?

Pembangunan tahap pertama dimulai pada 9 Agustus 1173. Diawali dengan konstruksi marmer putih untuk lantai pertama. Tahap ini diselesaikan ketika Italia sedang berjaya dan penuh kemakmuran.

Lantai pertama ini terlihat begitu gagah. Meski miring, menara ini dikelilingi oleh beberapa pilar yang kokoh. Hal itu yang membuat Menara Pisa tetap tahan sampai berabad-abad.

Kontroversi Arsitek Menara Pisa

Pernah terjadi sebuah kontroversi terkait identitas arsitek dari menara miring ini. Bertahun-tahun, Guglielmo dan Bonanno Pisano diyakini sebagai pembuat desain menara unik ini. Keduanya adalah seniman lokal kenamaan yang sangat tenar pada abad ke-12.

Kedua seniman ini terkenal dengan karya perunggunya, khususnya pada karyanya Pisa Duomo. Bonanno Pisano pergi dari Kota Pisa pada 1185. Ia pindah ke Monreale, Sicilia.

Namun ia ternyata tak bisa lepas dari kota kelahirannya. Bonnano Pisano kembali lagi dan menutup akhir hayatnya di di tanah kelahirannya itu. Makamnya ditemukan di dasar menara pada tahun 1820.

Kembali kepada cerita sejarah Menara Pisa yang fantastis. Ternyata menara inni ditemukan miring pertama kali setelah lantai ketiga dibangun pada tahun 1178.

Hal itu disebabkan oleh amblasnya pondasi sedalam tiga meter. Banyak yang berkata kalau desain dari menara tersebut telah cacat sejak awal pembangunan.

Namun sebenarnya kemiringan itu bukan karena kesalahan arsitek ataupun pekerja konstruksi.  Hal itu dikarenakan adanya pergerakan tanah.

Karena kondisi yang terjadi, pembangunan menara sempat dihentikan sementara. Tak tanggung-tanggung, hampir seabad lo dipendingnya!

Hal itu ternyata juga akibat dari peperangan yang terjadi antara warga Pisa melawan Genoa, Lucca dan Florence. Saat peperangan terjadi, ternyata struktur tanah di mana Menara Pisa dibangun perlahan menjadi stabil.

Kemudian pada 1198, jam lonceng pun dipasang sementara pada bangunan yang masih setengah jadi tersebut. Pada 1272, pembangunan Menara Pisa kembali dilanjutkan. Kali ini dikomandoi Giovanni di Simone. Ia adalah seorang arsitek dari Camposanto.

Dari hasil pengamatan sang arsitek, diperlukan adanya pembangunan lantai keempat guna memberikan kestabilan pada kemiringan menara tersebut. Sayangnya, lagi-lagi pembangunan harus terhenti kembali pada 1284. Saat itu Pisa dikalahkan oleh Genoa dalam sebuah pertarungan yang dikenal dengan Pertempuran Meloria.
Pembangunan menara miring Pisa akhirnya baru dimulai lagi pada 1372. Kali ini dilanjutkan oleh Tommaso di Andrea Pisano. Arsitek yang terakhir ini kemudian berhasil menyelesaikan elemen-elemen Gothic dari menara tersebut.

Elemen gothic itu memberikan sentuhan Roma pada menara miring hingga bertambah kecantikannya. Total bisa ditemukan tujuh lonceng pada menara tersebut. Lonceng itu mewakili not pada nada. Lonceng berukuran paling besar akhirnya berhasil dipasang 1655. Pembangunan pun selesai pada  tahun tersebut.

Nggak menyangka ya temans, ternyata di balik keindahan menara miring di Kota Italia itu terdapat sejarah yang mengagumkan. Semoga cerita mengenai sejarah Menara Pisa bisa menambah wawasan kalian ya. See you di cerita budaya lainnya.

Leave a Comment