Pengertian Toilet Menurut Para Ahli, Ini Sejarahnya!

Sebelum kita bahas tentang pengertian toilet menurut para ahli, yuk cari tahu sejarah dari benda yang bermanfaat buat hidup kita sehari-hari ini, temans.

Sejarah Unik dan Pengertian Toilet Menurut Para Ahli

Fyi, toilet ternyata telah ada sejak tahun 3000-1500 SM. Uniknya, toilet justru pertama kali ditemukan di ibukota Hindustan, Mohenjodaro.

Saat itu telah saluran pembuangan dan saluran air khusus untuk tinja manusia. Sayangnya, saat peradaban Hindustan berakhir dan hancur, kloset alias toilet juga menghilang dari muka bumi sampai zaman-zaman berikutnya.

Hari demi hari berlalu, kloset Hindustan tak lagi terdengar kabarnya. Menggelikan, ternyata di Inggris pernah ada suatu masa di mana tinja dibuang dari jendela! Bisakah kalian bayangkan menjijikkannya saat itu?

Sampai akhirnya di London, Inggris, pada tahun 1371 terbitlah sebuah Undang-undang alias UU. UU tersebut berisi sebuah peraturan yang mungkin saat ini terdengar lucu dan aneh. Begini bunyinya, temans…

“Barang siapa membuang tinja dari jendela, harus membayar denda sebesar empat shilling”.

Namun sayangnya, meski sudah ada peraturan itu, masih aja yang membuang tinjanya diam-diam. Bahkan bukan cuma satu atau dua orang yang melakukannya, hampir semua orang di London membuang tinja dari jendela. Peraturan itu diabaikan begitu saja!

Jadi, on that day, orang-orang nggak kaget lagi saat sedang jalan santai di tengah kota Londong, tiba-tiba ada tinja yang meluncur dari langit. Bukan ketiban rezeki, tapi ketiban kotoran manusia. Ugh.

Sejak zaman itu, London sudah jadi ibukota besar. Makanya banyak orang datang ke London untuk mencari sesuap nasi. Sayangnya kok ya kelakuannya gitu banget ya?

Saking penuhnya London, lahan tempat tinggal tuh terbatas banget. Sampai akhirnya dibangunlah rumah susun untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal warganya.

Nah, karena belum ada kloset dengan saluran pembuangan air. Para warga yang tinggal di rumah susun harus membuang tinja memakai “close stool”. Semacam pispot dengan fasilitas tempat duduk gitu.

Cara pakainya, tinja ditampung dalam pispot. Hal merepotkannya adalah mereka harus membuang isi pispot ke luar gedung menuju parit atau tempat pembuangan lainnya.

Warga yang tinggal di lantai paling atas rumah susun mengeluhkan hal ini. Mereka harus naik turun tangga hanya untuk buang isi pispotnya. Lah, resiko mereka kan ya harusnya?

Buat mereka, isi pispot tuh terlampau berat. Makanya suka nggak sengaja jatuh di lantai atau tangga. Bisa bayangkan kondisinya saat itu? Tinja manusia berceceran di mana-mana. Huweek nggak sih, temans?

Nggak heran karena kondisi seperti itu, mau ada peraturan yang mengikat pun tetap nggak berlaku dan diabaikan gitu aja. Tinja-tinja masih saja bertebaran. Kasihan deh para petugas kebersihan saat itu ya.

Warga London pun nggak peduli. Mereka benar-benar pasrah bongkokan sama petugas kebersihan yang datang tiga minggu sekali. Bisa bayangkan joroknya kota London saat itu?

Sampai akhirnya wabah pes datang dan banyak orang tewas karenanya. Mereka tetap nggak sadar lo, temans. Padahal sudah jelas wabah itu datang karena kejorokan mereka sendiri.

Dua ratus tahun kemudian, UU pembuangan tinja tetap diabaikan. Kota London masih saja dipenuhi sampah dan tinja yang tentunya menghasilkan bau tak sedap.

Hingga akhirnya pada tahun 1596, seseorang bernama Sir John Harington menemukan kloset bilas. Sayangnya ia hanya membuat dua kloset bilas.

Satu terpasang di rumahnya, dan satunya lagi ditempatkan di kediaman Ratu Elizabeth. Kekurangan kloset itu adalah masih menggunakan bejana untuk menampung tinja. Maka bau tak sedap masih jadi masalah.

sejarah unik toilet

Bagaimanapun kloset Harington tersebut adalah kloset bilas modern pertama di dunia. Kemudian Cummings memperbaiki temuan Harington itu.

Cummings menemukan konsep kloset bilas yang tidak berbau. Desain kloset Cummings dinamakan “valve closet”.

Kloset buatan Cummings ini telah menggunakan air untuk penghalang. Fungsi air agar bau tinja tidak menyebar.

Namun masalah belum usai, temans. Saluran pembuangan air pada kloset bilas Cummings malah digunakan rakyat London untuk membuang sampah!

Akibatnya, saluran pembuangan air untuk kloset itu tersumbat. Parahnya lagi, wabah kolera datang dan jadi momok menyeramkan di kota itu.

Bahkan nggak tanggung-tanggung, Kota London sampai tiga kali lo terserang wabah kolera. Gara-garanya ya tentu saja karena warganya yang jorok dan nggak bisa menjaga kebersihan lingkungan.

Wabah kolera di London terjadi pada tahun 1849 yang menewaskan 14,000 jiwa, dan tahun 1854 menewaskan 10,000 jiwa. Sementara pada 1866 memakan korban 5,000 jiwa.

Dengan terjadinya wabah kolera ini, akhirnya warga London baru menyadari pentingnya fungsi saluran air bawah tanah. Setelah saluran-saluran air bawah tanah diperiksa, kerusakan di sana-sini pun ditemukan oleh petugas kebersihan.

Warga dan petugas kebersihan akhirnya bergotong-royong untuk membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat saluran air tersebut. Lalu atas kesepakatan bersama, saluran air pun dibangun kembali. Pada 1865, London kembali punya saluran air bawah baru dan berfungsi semestinya.

Menjelang tahun 1870, seiring dengan kesadaran warga London akan kebersihan lingkungan, kloset bilas makin berkembang pesat. Hal itu terbantu karena saluran air bawah tanah telah terbangun dengan kokoh.

Hingga pada tahun 1889, Bostell akhirnya menemukan konsep toilet bilas yang disebut “wash-down” seperti yang ada sekarang. Akhirnya, kloset bilas yang dulu pernah ada di zaman Hindustan dan menghilang, kini telah kembali.

Terima kasih untuk para ahli yang telah menemukan toilet dan memudahkan hidup kita saat ini! Jadi menurut temans, apa pengertian toilet menurut para ahli dari sejarah unik di atas? Simak cerita unik lainnya hanya di sinarpelangi.com ya.

Leave a Comment