Gejala Nyeri Haid, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala nyeri haid cukup mengganggu bagi hampir setiap perempuan. Bahkan tak sedikit kaum hawa yang tidak bisa melakukan aktivitas harian gara-gara hal ini.

Sebenarnya penyebab dari rasa sakit sebelum datang bulan ini apa sih? Bagaimana pula cara mengatasinya? Simak selengkapnya di artikel yang telah tukangpos siapkan khusus teruntuk teman-teman sinarpelangi.com ini ya.

Pengertian Nyeri Haid

Nyeri haid atau yang dalam istilah kedokteran disebut dengan dismenore adalah sebuah kondisi kram di bagian perut bawah. Kondisi ini biasanya terjadi sebelum atau ketika menstruasi sedang berlangsung.

Rasa sakit sebelum datangnya haid ini juga menjadi salah satu pre menstrual syndrom. Alias gejala-gejala sebelum menstruasi.

Kondisi ini normal kok, jadi temen-temen tukangpos nggak perlu worry kalau mengalaminya. Nyeri yang terjadi sebelum atau saat haid ini bersifat hormonal.

Hanya saja memang kadar nyeri setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang biasa aja dan bisa tetap beraktivitas secara normal.

Namun ada pula yang setiap nyeri haid hanya bisa meringkuk di kamar dan nggak bisa melakukan aktivitas apapun. Kalau kalian biasanya mengalami yang mana nih?

apa itu nyeri menstruasi

Jenis-jenis Dismenore

Secara garis besar, dismenore dibagi dalam dua jenis. Hayo, apa saja?

1. Dismenore Primer

Yaitu sebuah kondisi hormonal yang mengakibatkan hadirnya rasa nyeri sebelum terjadinya haid atau saat haid sedang berlangsung. Perlahan kondisi ini akan menghilang ketika haid sudah selesai.

Tidak semua orang mengalami nyeri saat menstruasi. Biasanya perempuan-perempuan yang mengalami dismenore adalah mereka yang berusia sebelum 20 tahun, mengalami pubertas dini, belum/ tidak punya anak, aliran menstruasi deras, haidnya nggak teratur, merokok secara aktif dan memiliki riwayat keluarga dengan dismenore.

2. Dismenore Sekunder

Nah, kalau jenis dismenore yang kedua ini biasanya periode sakitnya jauh lebih lama dari nyeri haid primer. Sering disebut juga dengan nyeri haid tidak normal.

Kenapa kok nggak normal? Karena nyeri ini biasanya terjadi karena ada masalah pada organ reproduksi. Maka nggak heran kalau kondisi nyeri menstruasi sekunder ini biasanya akan semakin parah ketika haid sedang berlangsung.

Bahkan tak sedikit yang mengalami kram tetap muncul meskipun haid sudah selesai. Dismenore sekunder biasanya terjadi karena:

  • Endometriosis – Kondisi yang terjadi ketika jaringan pelapis dinding rahim menumpuk hingga mengendap di luar. Bisa mengakibakan masalah kesuburan. Gejalanya nyeri panggul saat haid, perdarahan, mengalami sakit ketika berhubungan badan dengan pasangan.
  • Fibroid Rahim – Sebuah benjolan di rahim berupa tumor jinak, tapi bukan kanker. Biasanya muncur ketika perempuan sedang mengalami masa subur. Ukuran tumor beragam. Gejalanya antara lain periode menstruasi lama, sembelit, nyeri punggung hingga menjalar ke kaki, dan susah buang air kecil.
  • Pelvic Inflammatory Disease (PID)  – Dalam bahasa Indonesia disebut dengan penyakit radang panggul. Sebuah kondisi di mana terjadi infeksi di area reproduksi yang disebabkan oleh bakteri. Biasanya disebabkan karena terjangkit PMS (penyakit menular seksual), seperti klamidia dan kencing nanah/ gonore. Tanda-tandanya nyeri di perut bawah hingga panggul, terjadi keputihan dalam jumlah banyak dan berbau, terjadi perdarahan, merasa sakit saat buang air kecil dan berhubungan seks.
  • Adenomiosis – Adanya sel-sel yang tumbuh di bagian otot rahim. Sel-sel ini memperparah jumlah perdarahan saat haid, hingga jadi lebih deras dari biasanya. Jika teman-teman sinarpelangi.com merasa ada tekanan di bagian kandung kemih dan dubur, kram di bagian rahim yang sangat dahsyat, nyeri di area panggul, dan sakit saat berhubungan intim, konsultasikan ke dokter ya.
  • Stenosis Serviks – Sebuah keadaan langka di mana serviksnya tiba-tiba menyempit atau malah menutup sepenuhnya. Akibatnya, aliran haid menjadi lebih lambat dan terjadi penumpukan darah di dalam uterus. Kasus ini bisa mengakibatkan amenore/ tidak mengalami haid atau justru terjadinya perdarahan yang nggak normal.

Penyebab Terjadinya Nyeri Menstruasi Normal

Sudah sempat disebutkan sekilas bahwa dismenore primer alias nyeri haid yang normal adalah kondisi hormonal. Jadi sebuah hal yang wajar jika terjadi.

Keadaan tersebut bisa  terjadi karena rahim sedang berkontraksi untuk membuat lapisan yang menebal di sekelilingnya agar luruh. Kondisi ini dikarenakan nggak ada pembuahan yang terjadi.

Akibatnya, hormon progesteron menurun kadarnya dan lapisan rahim yang menebal pun sedikit demi sedikit luruh. Proses peluruhan inilah yang disebut dengan menstruasi.

Pada saat lapisan rahim meluruh dalam bentuk darah terjadi kontraksi rahim. Kontraksi ini menyebabkan tekanan pada pembuluh darah di sekitarnya.

Kondisi ini mengurangi aliran oksigen yang menuju ke rahim. Pada saat bersamaan hormon prostaglandin dibuat oleh tubuh. Kurangnya asupan oksigen dan hadirnya hormon prostaglandin inilah yang kemudian menghadirkan rasa sakit, kram, dan nyeri.

Semakin tinggi kadar hormon prostaglandin, semakin kuat pula nyeri yang dirasakan oleh kaum hawa. Maka jangan heran kalau tiap perempuan punya kondisi dismenore yang berbeda-beda.

penyebab nyeri PMS

Gejala Nyeri Haid Normal

Apa saja sih tanda-tanda seseorang sedang mengalami nyeri menstruasi? Secara umum sih, berikut ini gejalanya:

  • Munculnya rasa sakit di area perut dan punggung bawah
  • Terjadi diare
  • Hadirnya kondisi kram
  • Sakit kepala, bisa berbentuk pusing atau migrain
  • Beberapa orang ada yang mengalami mual dan muntah
  • Area paha terasa kencang seperti ditarik

Untuk dismenore primer, nggak  perlu minum obat untuk mengatasinya. Nanti rasa nyeri itu akan hilang dengan sendirinya kok. Biasanya sih 1-2 hari saja.

Begitu kadar hormon prostaglandin turun, nyeri haid pun perlahan akan berkurang dan hilang. Namun jika dirasa nyerinya sudah mengganggu aktivitas, teman-teman sinarpelangi.com bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit, seperti paracetamol atau ibuprofen.

Kalau setelah mengonsumsi obat tersebut kok nyerinya masih terus berlangsung, konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut ya.

Cara Mengatasi Nyeri PMS

Karena merupakan  kondisi hormonal yang normal, nggak ada cara-cara tertentu untuk mencegah dan mengatasi nyeri haid. Namun jika mulai muncul tanda-tanda PMS, teman-teman bisa melakukan hal-hal ini:

  • Mengompres area yang terasa nyeri dengan botol berisi air panas
  • Mandi air hangat
  • Melakukan peregangan, atau olahraga ringan seperti yoga, bersepeda atau jalan kaki
  • Hindari minuman berkafein
  • Melakukan terapi akupunktur dan hipnosis

Jangan lupa baik saat menstruasi atau tidak, selalu bawa tisu basah dan kering ketika sedang berada di luar rumah ya. Terutama saat teman-teman harus menggunakan toilet umum. Tujuannya agar organ intim tetap sehat dan higienis.

Semoga informasi mengenai gejala nyeri haid beserta penyebab dan cara mengatasinya bermanfaat buat teman-teman ya. Sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya.***

Leave a Comment